Tantangan 7 Minggu Sukses Ta’aruf? Berani Coba?

Sukses Ta’aruf

Tak perlu berlama-lama melakukan Ta’aruf, bahkan menurut beberapa pengalaman teman yang sudah Ta’aruf, cukup 10 minggu saja menjalani segala tahapan dan prosesi Ta’aruf sampai ke jenjang pernikahan. Berani coba?

Minggu 1: Proses Saling Tukar Menukar Biodata

Proses Ta’aruf diawali denagn saling menukar biodata, dan ini tidak dilakukan secara langsung oleh pasangan Ta’aruf. Melainkan oleh perantara yang telah ditunjuk. Dan biasanya prosesi ini dilakukan secara diam-diam, karena ada kerahasiaan yang dianut dalam melakukan Ta’aruf. Sepertihalnya hadist nabi yang berbunyi “Rahasiakanlah Pinangan(lamaran), dan umumkanlah pernikahan.” Jadi jangan heran kalua ada teman atau kerabatmu yang tida-tiba menikah tanpa kamu sangka-sangka bahwa mereka berpacaran sebelumnya, karena mungkin saja mereka ber-Ta’aruf.

Minggu 2: Proses Saling Memberikan Informasi dan Pertanyaan

Hal ini umum dilakukan, untuk menggali informasi sebanyak mungkin dari kedua belah pihak. Jadi melalui perantara, baik si pria atau wanita akan menanyakan lebih dalam mengenai dirinya. Hal ini dilakukan untuk saling mengenal lebih dalam lagi sebelum akhirnya mantap dan memutuskan untuk menikah.

Minggu 3: Saatnya istikharah dulu ya

Pada minggu ke tiga ini, pasangan Ta’aruf bisa melakukan istikharah, memikirkan kembali proses yang telah kamu dan pasangan Ta’aruf mu selama dua minggu terakhir. Pada tahap ini kalian bisa memutuskan berhenti jika memang tidak cocok, atau semakin mantap dan melanjutkan Ta’aruf ke tahap selanjutnya. Gali informasi sebanyak mungkin, informasi itu bisa kamu dapat dari teman, sahabat, kerabat, atau mungkin keluarga pasangan Ta’aruf mu.

Minggu 4: Bertemu dengan keluarga satu sama lain

Setelah melalui tiga minggu proses Ta’aruf, kalian bisa bertemu keluarga pasangan Ta’aruf masing-masing, karena kembali lagi, proses Ta’aruf ini adalah proses pra nikah yang serius, jadi mengenal keluarga satu sama lain adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dan kunjungan keluarga ini bisa dilakukan oleh si pria terlebih dahulu yang datang bersilaturahmi ke tempat keluarga wanita, dan begitu juga sebaliknya. Tapi tidak perlu beramai-ramai dahulu, karena ini adalah proses perkenalan ya, bukan lamaran. Momen perkenalan keluarga ini akan menjadi moment yang penting, karena keluarga akan saling mengenal dan dari situlah akan muncu kecocokan yang sesungguhnya atau tidak. Jika memang kedua keluarga telah saling cocok, maka proses Ta’aruf bisa berlanjut lagi.

Minggu 5: Saatnya Khitbah atau Lamaran

Setelah kedua keluarga sudah menyalakan lampu hijau, maka inilah saatnya untuk melamar. Minggu pertama di bulan selanjutnya, menjadi minggu yang sangat menyenangkan dan penuh kebahagiaan, karena si pria akan mengkhitbah si wanita.

Minggu 6: Nggak Nyangka Ini Sudah Saatnya Persiapan Pernikahan

Siapa yang menyangka bahwa di minggu ke enam kamu sudah mulai mempersiapkan pernikahanmu. Tidak perlu bingung dan merasa mendadak, bukankah di awal memulai proses Ta’aruf kamu sudah mantap dan yakin untuk menikah, maka diyakini persiapan mental, psikologis, dan keuangan juga sudah menyertaimu. Maka tak perlu menunggu lama untuk mempersiapkan pernikahan. Beberapa koneksi dan relasi yang bisa membantumu mempersiapkan proses pernikahan sudah dihubungi jauh-jauh hari, bahkan sebelum acara Ta’aruf pun pasti siap membantu mensukseskan pernikahanmu.

Minggu 7: Hari Pernikahan 

Minggu ke tujuh, angka yang sempurna dan memiliki arti mendalam dalam agama Islam. Di minggu ini kamu siap menikah dan melepaskan masa lajangmu. Ta’aruf yang dijalani tak lebih dari dua bulan ini memberikan makna yang besar bagi siapapun yang menjalaninya. Karena kuasa Tuhan tidak terbatas, Dia telah memilihkan jodoh terbaiknya untukmu di minggu ke tujuh.

Artikel Terkait