5 Teladan Penting Harus Diingat Dalam Membangun Keluarga Menurut Al-quran

keluarga-bahagia

keluarga-bahagia
image. via lukihermantofotografix.wordpress.com

Keluarga adalah satu kelompok terkecil yang ada di dalam sebuah tatanan kehidupan masyarakat. Karena pada dasarnya masyarakat terbentuk dari himpunan beberapa keluarga, maka baik buruknya sebuah masyarakat itu sangat bergantung pada baik buruknya keluarga.

Keluarga menjadi sarana pertama untuk belajar sebelum seseorang masuk ke bangku sekolah, dan keluarga adalah hakikat dasar seseorang membangun sebuah relasi dengan sesama. Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Begitu pula sebaliknya. Maka akan sangat penting jika setiap keluarga dapat membangun sebuah keluarga teladan yang berdasarkan pada al-quran.

Karena Islam menyadari bahwa peranan keluarga dalam menciptakan dan membangun masyarakat yang baik dan sejahtera adalah hal yang sangat penting. Ada banyak potret keluarga teladan yang bisa kita pelajari dalam al-quran. Berikut ini adalah cara membangun keluarga teladan menurut al-quran.

1. Tak Perlu Merisaukan Nasib Anak Secara Duniawi

Orang tua mana yang tak ingin anaknya hidup dengan nyaman dimasa depan, dengan kondisi keuangan yang baik dan kenyamanan lainnya. Namun pada dasarnya kita sebagai orang tua tak seharusnya merisaukan nasib anak secara duniawi. Karena kita tahu bahwa kehidupan duniawi adalah sementara. Dan hal ini bisa kita dapatkan dalam kisah keluarga Ali Imran. Imran dan istrinya tak merisaukan bagaimana kehidupan anaknya secara duniawi, karena mereka percaya bahwa setiap anak yang lahir ke dunia telah memiliki rejekinya masing-masing, dan telah memiliki jalan hidup terbaiknya sendiri. Namun yang lebih penting harus dipikirkan sebagai orang tua adalah mengenai bagaimana anaknya mendapatkan lingkungan yang baik untuk menjaga agama dan kehormatannya di dunia. Dan orang tua wajib menanamkan nilai-nilai keimanan sejak anak mereka kecil, ini adalah bekal yang jauh lebih penting ketimbang uang.

2. Sabar dan Selalu Bersyukur Adalah Kunci Kebahagiaan Sebuah Keluarga

Masih dengan teladan yang kita dapatkan dari keluarga Ali Imran. Sebagai orang tua, mungkin kita pernah mengharapkan kelahiran anak dengan jenis kelamin tertentu, namun sayangnya saat terlahir jenis kelamin anak tak sesuai dengan keinginan. Makah al yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetap sabar dan mensyukuri apa yang telah dianugerahkan. Karena dalam setiap kesabaran dan sikap tawakal untuk menerima keputusan Allah ini ternyata menyimpan rahasia yang besar. Jadi, suka atau tidak suka, kewajiban seorang muslim yang baik adalah menerima segala takdir Allah dengan penuh lapang dada dan suka cita, karena Allah tidak akan menakdirkan sesuatu kecuali itulah yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.

3. Pola Asuh dan Pendidik Terbaik Sangat Penting Untuk Perkembangan Anak

Salah satu kewajiban orang tua kepada anaknya adalah dengan memberikan pendidikan terbaik. Jadi pola asuh dan juga pemilihan pendidik untuk anak pun sangat penting. Oleh karena itu setiap orang tua muslim selayaknya memilih lingkungan dan juga para pendidik yang baik untuk anak-anaknya, apalagi saat usia sekolah yang akan sangat menentukan pembentukan karakter dan juga pribadi anak di masa depan. Hal ini tercermin dari Ali Imran yang mempercayakan pendidikan Maryam, anaknya itu dibawah pengawasan Nabi Zakaria.

4. Komunikasi Yang Terjalin Baik Antara Orang Tua dan Anak Adalah Solusi Dari Setiap Masalah

Komunikasi adalah salah satu cara orang untuk menyelesaikan setiap hal, maka tak heran jika dialog yang baik dan harmonis antara seorang ayah dan anaknya pun akan memberikan pengaruh baik dalam keluarga. Inilah barangkali yang mulai hilang didalam keluarga muslim saat ini. Posisi anak dalam keluarga cenderung diabaikan, bahkan dipandang sebelah mata. Orang tua kini banyak yang berpikir bahwa anak seolah hanya berkewajiban untuk sekedar menuruti segala perintah orang tua tanpa memiliki hak bicara dan berpendapat sedikitpun. Dan orang tua adalah sumber kebenaran mutlak karena lebih tua dan berpengalaman. Hingga akhirnya hubungan orang tua dan anak ibarat hubungan atasan dengan bawahan. Hubungan seperti ini apabila dibiarkan berlanjut maka hanya akan menghambat perkembangan karakter dan pribadi anak itu sendiri.

5. Cinta Kepada Anak dan Pasangan Tidak Boleh Menyamai atau Melebihi Cinta Kita Pada Allah

Cinta pada anak adalah salah satu ujian yang harus dilalui oleh orang tua. Jadi, bagaimanapun cintanya orang tua kepada anak, hal itu tidak boleh menyamai atau melebihi cinta kita kepada Allah. Karena saat pasangan, anak-anak dan juga keluarga lebih dicintai daripada Allah, maka saat itulah mereka akan berubah menjadi musuh di akhirat kelak. Bahkan diajarkan dalam keluarga Nabi Ibrahim bahwa cinta kepada anak-anak tidak boleh melebihi cinta kepada Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintainya dari anaknya, orang tuanya dan manusia seluruhnya.”