Tujuan Utama Pernikahan Bagi Kaum Muslim Di Dunia



Pernikahan menjadi salah satu hal yang selalu menjadi topik pembicaraan tanpa batas. Karena hal ini merupakan salah satu dari representasi naluri manusia, pernikahan tak lain juga merupakan sunnah Rasul yang dianjurkan untuk diteladani dan dijalankan oleh umatnya.

Karena pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki tujuan dalam melakukan segala hal dan amal karena tanpa tujuan yang jelas maka sia-sialah sebuah perbuatan. Begitu juga dalam menjalankan sebuah pernikahan. Ikatan suci ini harus diawali dengan niat dan tujuan yang benar agar proses yang dijalani selanjutnya menjadi sesuatu yang berkah dan diridhoi Allah SAW.

Lalu apa saja sebenarnya tujuan dalam pernikahan bagi kaum muslim di seluruh dunia?

Berikut diantaranya tujuan pernikahan yang ditulis oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

1. Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia

memenuhi-kebutuhan
image. via www.dream.co.id

Pernikahan adalah salah satu fitrah yang harus dijalani manusia, maka lakukanlah melalui jalan yang sah dan resmi untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan melakukan aqad nikah, bukan dengan cara yang amat kotor dan juga amat menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini, misalnya berpacaran, kumpul kebo, berzina, melacur, lesbi, homoseksual, dan lain sebagainya yang jelas-jelas telah menyimpang dan diharamkan dalam ajaran Islam.

2. Membentengi Akhlaq Luhur dan untuk Menundukkan Pandangan.

membentengi-ahklak-luhur
image. via pijar.net

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam antara lain adalah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan juga keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.

3. Menegakkan Rumah Tangga Islami

membangun-rumah-tangga
image. via tipsmemilihpasanganhidupislam.blogspot.co.id

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya thalaq atau perceraian, jika suami isteri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah maka keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah ‘Azza wa Jalla. Dan dibenarkan rujuk atau kembali nikah lagi bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah ‘Azza wa Jalla. Jadi, tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami isteri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah wajib. Oleh karena itu, setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal, yaitu harus kafa’ah dan shalihah.

Agama Islam sangat memperhatikan kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal pernikahan. Dengan adanya kesamaan antara kedua suami isteri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami akan terwujud. Namun kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan status sosial, keturunan dan lain-lainnya.

4. Meningkatkan Ibadah Kepada Allah

meningkatkan-ibadah
image. via musmagz.com

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“… Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Shahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.

Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadahan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain, bahkan berhubungan suami isteri pun termasuk ibadah (sedekah).

5. Untuk Memperoleh Keturunan Yang Shalih

dapet-anak-yang-shaleha
image. via www.kapanlagi.com

Tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang shalih, untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, sebagaimana firman Allah SWT dalam An-Nahl ayat 72:

Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”

Yang terpenting lagi dalam pernikahan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu menghasilkan anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah. Dan keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Hal ini mengingat banyaknya lembaga pendidikan yang berlabel Islam, tetapi isi dan caranya sangat jauh bahkan menyimpang dari nilai-nilai Islami yang luhur. Sehingga banyak kita temukan anak-anak kaum muslimin yang tidak memiliki akhlak mulia yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, disebabkan karena pendidikan dan pembinaan yang salah. Oleh karena itu, suami maupun isteri bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar, sesuai dengan agama Islam.

Simak juga —> “Saat Ijab Qabul Telah Terucap

Semoga bermanfaat….

Artikel Terkait