Waspadai Hal-hal Yang Bisa Menyebabkan Pendarahan Saat Hamil

pendarahan-saat-melahirkan

Pendarahan saat kehamilan adalah hal yang pasti ditakutkan oleh para wanita, termasuk juga suami dan keluarga. Karena secara umum pendarahan saat kehamilan bisa diasumsikan langsung pada keguguran janin. Namun, mengeluarkan darah dari vagina saat hamil tidak selalu menandakan adanya masalah dalam kandungan dan janin. Bahkan, hal tersebut sudah biasa dialami pada semester awal masa kehamilan.

Selain umum terjadi, perdarahan saat sedang hamil pada kebanyakan perempuan tetap terkait dengan peluang melahirkan bayi yang sehat. Hanya saja, kita juga harus waspada dan bisa mengatasinya dengan bijak. Nah, berikut adalah beberapa tanda pendarahan yang harus segera diwaspadai saat hamil.

1. Keguguran

keguguran
image. via ainacintabunda.blogspot.com

Keguguran selalu menjadi penyebab paling sering terjadinya pendarahan saat hamil di trimester pertama. Keguguran ini biasanya diikuti goleh ejala-gejala lain selain pendarahan, seperti misalnya kram yang sangat menyakitkan di perut bagian bawah dan keluarnya jaringan atau gumpalan daging melalui vagina. Dan jika perdarahan itu tidak disertai dengan gejala-gejala itu, maka bisa dipastikan tidak terjadi keguguran.

2. Pendarahan implantasi

ibu-hamil
image. via www.bestfotostudio.com

Pada usia 6 sampai 12 hari pertama kehamilan, ibu hamil kemungkinan akan mengeluarkan bercak darah. Bercak-bercak tersebut bisa juga dikarenakan sedang melekatnya set telur yang telah dibuahi di dalam dinding rahim. Biasanya akan terjadi pendarahan ringan yang berlangsung beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Dan pada umumnya, ada banyak perempuan yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, apalagi kalau mengingat bahwa perdarahan ini berlangsung sebentar saja dan justru mengiranya sebagai haid biasa.

3. Kehamilan ektopik

ektopik
image. via photographybyasiya.com

Adapula kehamilan ektopik ini boleh dibilang jarang, karena penyebab pendarahan saat hamil ini biasanya hanya menimpa sekitar dua persen dari jumlah ibu hamil. Dan kehamilan ini sendiri terjadi ketika implan embrio dibuahi di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Ketika embrio ini terus berkembang, maka yang terjadi adalah pecahnya saluran indung telur (tuba fallopi) yang bisa menyebabkan pendarahan sekaligus membahayakan jiwa ibu hamil. Selain perdarahan, kehamilan ektopik biasanya juga disertai dengan kram atau terasa sangat nyeri di perut bagian bawah, dan kepala pusing. Jika penyebab di atas terjadi ketika kehamilan baru menginjak usia trimester pertama, maka beberapa kondisi di bawah ini bisa menyebabkan pendarahan saat hamil ketika usia kehamilan sudah lebih tua.

4. Hubungan seksual

hubungan-seksual
image. via www.bestfotostudio.com

Hubungan seksual pada saat istri sedang hamil juga bisa mengakibatkan pendarahan. Dan pendarahan ini bisa terjadi ketika usia kehamilan sudah beranjak tua. Pendarahan sendiri terjadi karena hubungan seksual tersebut menyebabkan adanya perubahan pada tekstur serviks atau Rahim pada ibu hamil.

5. Solusio plasenta

pendarahan-saat-ibu-hamil
image. via twicsy.com

Solusio plasenta adalah penyebab pendarahan lain yang muncul dan merupakan kondisi serius, karena plasenta mulai terlepas dari dinding rahim. Kondisi seperti ini juga bisa terjadi meskipun tanpa menyebabkan pendarahan. Pada umumnya ini akan ditandai dengan kemunculan rasa sakit perut pada ibu hamil.

6. Plasenta previa

wanita-hamil
image. via www.the-alvianto.com

Pendarahan yang terjadi karena plasenta previa ini adalah saat plasenta melekat pada bagian bawah rahim, berada di dekat mulut rahim, atau mungkin sampai smenutupi leher rahim. Jika hal ini terjadi, maka pendarahan yang diakibatkan akan menyebabkan ibu dan bayi pada keadaan yang angat berbahaya. Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil biasanya direkomendasikan untuk melakukan operasi caesar.

7. Pembukaan menjelang kelahiran

saat-akan-melahirkan
image. via www.panduanbpjs.com

Saat terjadi pembukaan menjelang kelahiran bayi ini juga bisa menyebabkan pendarahan. Karena ini mungkin akan terjadi selama beberapa hari bahkan sebelum kontraksi mulai atau selama proses persalinan.

Meski begitu, ada beberapa hal lain yang juga mungkin menyebabkan pendarahan saat hamil ketika usia kehamilan sudah lebih tua, jadi jangan menganggap santai kondisi semacam ini. Apa pun penyebab perdarahan, akan sangat disarankan untuk menghubungi dokter kandungan. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Simak juga —> “Ibu Hamil, Jangan Sampai Terjebak 5 Mitos Ini Ya

Simak juga —> “6 Tips Untuk Mengatasi Mual Saat Istri Hamil

Simak juga —> “Solusi Agar Cepat Hamil, Lakukan Ini Untuk Mempercepatnya

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait