Sekarang ini memang bukan jamanya dijodohkan seperti Siti  Nurbaya, menikah dipaksa oleh orangtua dengan seorang yang belum kamu kenal. Namun hal itu bukanlah menjadi patokan bahwa orangtua tidak berhak memilihkan kamu jodoh.

Kenyataan nya pada jaman sekarang, masih banyak yang ingin dijodohkan oleh orangtuanya agar secepatnya bisa menikah, dikarenakan sibuk kerja atau takut salah pilih pasangan.

Oleh sebab itu, dibawah ini ada beberapa poin penting yang harus kamu pahami. Makna menikah baik dijodohkan orangtua, ataupun pilihan kamu sendiri.

1. Apa yang kamu rasakan setelah menikah? Dijodohkan atau tidak rasanya sama saja.

akad-nikah
Perasaan apalagi yang dirasakan ketika sudah menikah? Kecuali Bahagia.

Pastinya setelah menikah, kamu akan merasakan hidup lebih sempurna. Kasih sayang dirasakan sangat nyata, bukan sekedar rayuan gombal, akan tetapi ada rasa dari setiap pembicaraan yang diungkapkan kepada pasangan kamu yang sudah halal.

Apalagi menikah adalah sebuah sunnah Rasul dan menyempurnakan agama.

Bagi kamu yang belum menikah, baiknya kamu segera cari pasangan deh untuk dihalalkan. Agar kamu tahu sendiri rasanya bagaimana?.

2. Mengerti akan arti cinta sesungguh-nya? Walaupun dijodohkan pasti tetap cinta.

arti cinta sesungguhnya
Cinta adalah rasa yang tidak bisa dilihat dan bisa dirasakan.

Cinta itu banyak artinya, sangat luas. Oleh karena itu, cinta yang kamu rasakan sudah menikah akan lebih nyata dan membuat hidup kamu lebih bermakna.

Cinta disini bukan hanya di mulut, akan tetapi lebih nyata dalam perbuatan. Kamu bisa melihat bagaimana cinta pasangan kamu, dengan semakin hari semakin bertumbuh cinta-nya. Memang jika mendengar cerita dari orang yang sudah menikah, kadang bermacam-macam kesan apa yang dia rasakan.

Maka yakinlah, cinta kamu sekarang bukan cinta sebenarnya, karena ada cinta yang lebih besar setalah ijab qabul kamu lalui.

3. Romansa apa yang kamu rasakan?

dijodohkan
Suasana yang dirasakan setelah menikah sangat indah.

Setelah menikah, pastinya suasana hati kamu akan jauh lebih berbeda, dibandingkan ketika belum menikah. Mulai dari biasa makan sendiri, tidur sendiri, dan serba dendiri. Namun setelah sudah menikah kamu akan selalu berdua.

Mempunyai rencana Bersama membangun keluarga, mulai rencana jangka pendek, maupun jangka Panjang.

4. Mudahnya mengungkapkan isi hati.

pasangan bahagia
Perasaan kini mudah dirasakan, bukan sekedar diucapkan atau hanya gombal.

Setelah menikah, dalam mengungkapkan perasaan sangat mudah di expresikan. Karena perasaan bukan hanya untuk dirasakan, tapi dalam membangun rumah tangga, haruslah dengan rasa kasih sayang yang tulus. Dan ketulusan itu, sangat mudah dirasakan dan diungkapkan. Karena tiada hari tanpa rasa kasih sayang untuk si dia, ketika melihat maupun berbicara pasti kamu menggunakan perasaan.

Akan tetapi ketika ada masalah kadang kamu merasa bingung, satu sisi perasaan sayang dan sisi lain merasa kesal. Namun demikian, kamu tetap akan mengedepankan rasa kasih sayang. Sebab masalah adalah bumbu dalam membangun keluarga. Karena tidak ada jalan yang mulus dalam mencapai tujuan, pasti ada kerikil dan hambatan. Karena tuhanpun berkata dalam alqur’an “bahwa tidak ada hambanya yang beriman, kecuali Dia beri cobaan.”

5. Prasangka yang tidak menentu, ketika sudah menikah.

calon pasangan pengantin
Rasa cinta bersemi bersama rasa cemburu yang tiada sebabnya.

Bagi pasangan yang baru menikah, baik dijodohkan ataupun pilihan sendiri. Sering kali merasa cemburu yang berlebihan, terutama perasaan ini dominan dimiliki oleh seorang suami. Namun tidak menutup kemungkinan bagi seorang istri juga, yang merasa cemburu berlibihan. Hal ini sangat wajar, karena rasa memiliki dan rasa posesif bagi seorang pengantin baru sangat kuat.  Oleh karena itu, kamu harus selalu berpikir positif, jangan kedepankan rasa curiga berlebihan, namun penting juga rasa cemburu itu sebagai warna dalam mebangun rumah tangga.

Rasa cemburu membuat hubungan semakin erat, semakin saling percaya. Namun apabila tidak ada rasa cemburu, maka harus dipertanyakan! Akan tetapi cemburu disini dalam artian yang baik, bukan selalu berpikir negative kepada pasangan.

6. Pengaruh komunikasi dalam membangun keluarga.

perjodohan-yang-berbuah-bahagia
Bangun komunikasi yang baik, baik sari ucapakan, perbuatan, maupun pikiran.

Dalam membangun keluarga, haruslah memiliki jembatan atau perantara dalam berhubungan yaitu komunikasi. Komunikasi ini sangat penting, karena ketika berada dalam jarak jauh butuh saling berbagi kabar. Apalagi ketika pasangan suami istri yang berbeda profesi kerjaan, dan menuntut untuk berhubungan jarak jauh. Maka komunkasilah yang bisa menghubungan jarak yang jauh.

Dalam komunkasi juga, bukan hanya ketika jarak jauh juga maupun jarak dekat yang menjadi perhatian. Akan tetapi bagaimana berkomunkasi dengan baik antara suami istri. Baik dalam berbicara, bersikap dan bertindak. Karena komunikasi ini meliputi tida hal itu, dan ketika 3 hal itu baik. Maka baik pula komunikasi yang terbangun, dalam rumah tangga semakin harmonis.

Jadi walaupun dijodohkan melalui pertemuan dari orangtua, maka tidak menutup kemungkinan bagi kamu untuk bahagia. Karena yang kamu jalani ini adalah ketentuan Allah, bukan semata-mata kehendak kita.

Baca Juga :

Pasangan Yang Baru Menikah, Lihat 7 Tips! Agar semakin Harmonis

Teladan Penting Harus Membangun Keluarga Menurut Al-quran

Like Fanpage FB Arrahman.id

Arrahman.id